Sering Dianggap Ular Mainan oleh Bocah, Ternyata.. - Edukasi Exalos

Breaking

Home Top Ad

Main Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sunday, November 7, 2021

Sering Dianggap Ular Mainan oleh Bocah, Ternyata..

Waspada. Musim penghujan, bagi mereka yang tinggal di area yang dekat dengan bentangan alam, bisa saja mengundang malapetaka. Apalagi malapetaka yang menyelinap ini korbannya kebanyakan adalah mereka yang sangat awam, seperti anak-anak. Dan malapetaka yang dimaksud adalah ular berbisa. Pasalnya ular berbisa ini tak hanya mampu membunuh anak-anak, tapi juga orang dewasa bertubuh besar sekalipun.

Terkait anak-anak: Lagi, Anak Tewas Digigit Ular

Seorang peneliti Thailand yang ekstrim, mengumpulkan 30 orang relawan dengan bobot tubuh 100 kilogram dan meminta seluruhnya membawa alat suntik yang sudah diisi 10 miligram air bersih. Setelah para relawan itu berkumpul dan dikumpulkan di dalam satu ruangan kelas, kemudian peneliti setengah gila itu meminta mereka menumpahkan 10 miligram air bersih itu ke dalam satu gelas. Alhasil di gelas itu ada 150 miligram air (10 miligram x 15 orang).

Selanjutnya si peneliti menumpahkan 11 miligram bisa (venom) ular jenis Bungarus candidus ke dalam gelas yang berisi 150 miligram air bersih dari alat suntik para relawan itu. Maka jumlahnya pun menjadi 161 miligram. Lalu si peneliti membagi 161 miligram air yang bercampur bisa itu ke dalam 15 alat suntik tersebut, dan menyuntikkannya ke tubuh 15 relawan itu. Alhasil satu jam kemudian 7 dari 15 relawan itu pun tewas. Peneliti pun girang, karena berhasil membuktikan teori LD50 alias dosis yang dibutuhkan untuk membunuh setengah dari sampel penelitian.

Namun dari ilustrasi ekstrim di atas, yang menjadi inti informasi angka LD50 untuk venom ular Bungarus candidus terhadap manusia adalah 11 miligram. Maka bila ular tersebut berhasil menyuntikkan bisa ke dalam tubuh manusia sebanyak 15 miligram, kemungkinan besar orang tersebut akan tewas. Namun bila yang tersuntik mungkin hanya 7 miligram saja, masih ada kemungkinan untuk orang itu selamat dari kematian. Angka 11 miligram tersebut akan dijelaskan secara komperhensif pada artikel ini.


Menakar Kematian 

Sahabat Exalos dimanapun berada, kadang kita sering dibikin bingung oleh hipotesa orang-orang, atau oleh kesimpulan empiris (kumpulan dari kejadian yang sudah terjadi) tentang kekuatan bisa ular. Kadang ada yang bilang, "Awas, ular ini kadar bisa (venom) yang dia miliki 10 kali lebih besar dari ular kobra!" Atau sering juga begini, "Ular ini dibanding kobra, 3 kali lebih mematikan lho." Dan sebagainya ungkapan kesimpulan-kesimpulan yang terlontar dari banyak orang.

Lalu ketika mereka ditanya kembali, dari mana kesimpulan tersebut datang? Jawabannya empiris, "Dari yang saya tonton di YouTube channel milik sang pawang ular." Atau bahkan jawabannya lebih gawat dari sekedar empirik, "Itu lho, kata masyarakat sekitar. Mereka tinggal bertahun-tahun di tempat yang banyak ular itu, sehingga lebih tahu soal bisa ular itu."

Baiklah, mungkin bisa jadi benar tapi bisa jadi juga kurang tepat. Mungkin dari kejadian-kejadian yang melibatkan orang vs ular yang diduga memiliki kadar venom lebih tinggi dari kobra itu, bisa jadi dari 100 orang yang terlibat kejadian, 50 diantaranya memang tewas akibat venom ular yang diduga tersebut. Maka Exalos Indonesia, dengan mencoba sedikit menganalisa jurnal-jurnal ilmiah (yang membahas tentang venom ular-ular berbisa), berhasil mendapat data-data yang disusun dalam tabel di bawah ini.



Tampak susunan jumlah-jumlah dosis bisa ular yang dibutuhkan, untuk membunuh sekitar 50 persen populasi (entah tikus atau manusia) atau yang dikenal sebagai LD50. Dari tabel LD50 yang tertera, mari ambil contoh salah satu dari kadar ular berbisa, yakni dari jenis Bungarus candidus atau ular weling. Di tabel itu tertulis bahwa di Thailand ular jenis Bungarus candidus membutuhkan LD50 sebanyak 0,09 mikrogram per gram saja, untuk dosis mematikan. Lalu apa artinya?

Dikatakan bahwa 0,09 mikrogram per gram bobot tubuh mahluk hidup. Artinya bila ada 10 ekor hewan berbobot 10 gram, maka ketika di dalam tubuhnya terdapat 0,9 mikrogram (0,09 mikrogram x 10) venom ular weling, boleh jadi 5 ekor di antaranya akan mati. Selanjutnya, bila ada 10 manusia berbobot 100 ribu gram (1 kuintal) yang di dalamnya terkandung 9.000 mikrogram (0,09 mikrogram x 100 ribu), maka 5 di antaranya akan tewas. Alhasil, cukup 9 miligram kadar venom ular weling dalam setiap gram unsur bobot manusia dengan seberat 100 kilogram, maka kematian bisa mengintai.


Bungarus candidus | Foto Reptarium.nz


Kenapa ada kata 'bisa membunuh' di kalimatnya? Karena LD50 artinya adalah kadar atau dosis yang berpotensi bisa memusnahkan 50% populasi. Maka dari contoh di paragraf sebelumnya, bisa kita umpamakan dari 10 orang manusia seberat 100 kg 5 lainnya akan tewas bila LD50 ular weling masuk ke tubuhnya. Tapi itu di Thailand, bagaimana di Indonesia? 

Di tabel tertulis bahwa LD50 ular weling di Indonesia memiliki angka 0,11 mikrogram per gram. Dan dari contoh di paragraf sebelumnya, bisa kita umpamakan ada 10 orang manusia Indonesia seberat 100 kg. Maka perhitungannya: 0,11 mikrogram x 100 kilogram hasilnya 11.000 mikrogram (11 mg). Cukup 11 miligram kadar venom ular weling dalam setiap gram unsur bobot manusia seberat 1 kuintal.

Tapi itu adalah hitungan matematis. Sementara segenap tubuh manusia, setiap gram-nya, belum tentu mampu menerima 11 miligram racun dari bisa ular weling. Maka peneliti kemudian memutuskan cukup 1 miligram saja, bisa ular weling sudah mampu mematikan manusia (seperti tabel di bawah).




Paparan data di atas didatangkan dari sumber referensi luar negeri, yang menampilkan hasil-hasil riset para peneliti asing terhadap ular-ular berbisa mematikan di seluruh Asia. 

Sebetulnya dari data-data yang dipaparkan oleh para peneliti di artikel sebelumnya, ada satu ular lagi yang LD50-nya lebih kecil dari ular weling, yakni spesies Hydrophis schistosus atau yang lebih dikenal ular laut. Ular ini umum dijumpai di lautan yang bersih dan sehat sehingga dengan adanya ular ini, maka menjadi pertanda bahwa air laut tersebut masih berkualitas baik. Adapun LD50 Hydrophis schistosus adalah 0,07 mikrogram per gram.


Ular laut (Hydrophis schistosus) | Foto milik Reptatrium.nz


Kembali ke ular weling, maka dapat disimpulkan dengan bahasa yang penuh harapan yaitu, "Semoga tidak ada ular weling yang menggigit saya. Kalau pun saya digigit, semoga ular itu tidak sampai memasukkan kadar bisa ke dalam tubuh saya hingga sebanyak 1 mg sehingga saya masih bisa selamat." Lantas berapa banyak dosis ular yang benar-benar mematikan bagi manusia? Berdasarkan tabel data yang dipaparkan di bawah ini, tampak bahwa untuk ular welang (saudara ular weling), kadar yang benar-benar bisa melampaui LD50 bagi manusia adalah 10 mg. Malah ular weling sendiri, cukup 1 mg saja.

Maka, ingat! Waspadai ular jenis Bungarus candidus dan ular berbisa lainnya. bila kita sedang berkegiatan di luar ruangan, atau bahkan jika ruangan kemasukan ular.

NB : 

Maka fix ya sahabat, bahwa venom ular weling sangat berbahaya. Jangan remehkan, karena ular ini kerap juga dianggap seperti mainan oleh anak-anak. 

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here