WA Layanan Rescue

Penyebab utama gigitan fatal ular berbisa

Tak hanya di kalangan masyarakat umum atau mereka yang awam saja, korban fatal gigitan ular berbisa pun masih kerap terjadi kepada mereka yang bahkan telah bertahun-tahun menangani ular. Baru-baru ini kejadian maut penanganan ular menimpa seorang aktivis lingkungan dan satwa liar, yang juga YouTube-ers, Alprih Priyono, lantaran digigit anak ular raja tedung atau king cobra (Ophiophagus hannah) saat menonton Piala Dunia 2022.

Sebelumnya, gigitan ular berbisa jenis Micropechis ikaheka juga memakan korban tewas di Papua. Bahkan korban tersebut tercatat sebagai aktivis Exalos Indonesia regional Papua. Dan sebelumnya, masih banyak lagi korban-korban tewas dari mereka yang sudah terbiasa menangani ular. Kemudian, atas kejadian-kejadian tersebut, Exalos Indonesia melakukan survey sederhana kepada Sahabat Exalos yang merupakan para aktivis lingkungan dan satwa liar.






Tampak dari survey terhadap 26 orang tersebut, penyebab paling banyak adalah lantaran si korban belum paham betul karakter ular yang dia hadapi. "Belum paham karakter, biasanya terjadi kepada rescuer pemula," ungkap Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo. Penyebab kedua yaitu lantaran kelalaian saat menangani ular. Janu mengatakan, kelalaian biasa terjadi karena tergesa-gesa dalam menindaklajuti laporan, "Sehingga saat penanganan, dia tidak siap dan dipatuk ular saat bertugas."

Penyebab lainnya yang juga tak boleh diabaikan adalah lupa diri. Menurut Janu, seringnya rescue lupa diri saat sedang memberi edukasi, lantaran kurang memperhatikan faktor keselamatan. Manusia dan ular adalah dua mahluk yang sangat berbeda dalam hal bertindak. Manusia menggunakan akal sedangkan hewan menggunakan insting. Sejinak-jinaknya satwa, namun ketika animal instict mereka sedang muncul, manusia sering tidak siap mengantisipasinya. Inilah yang mengharuskan setiap rescuer membuat antisipasi keselamatan diri.




Kemudian ada satu penyebab lagi, meski bukan penyebab populer atas kejadian fatal gigitan ular, yaitu atraksi. Bagi rescuer terlatih, tentunya tidak boleh ada atraksi kepada masyarakat saat melakukan edukasi. Namun bagi beberapa penghobi satwa liar, aksi yang bertujuan menghibur diri dan penonton yang melihat ini, kerap dilakukan. Alhasil kejadian nahas pun menimpa, lantaran digigit oleh ular yang dia pelihara sendiri dan yang selama ini dijadikan teman mainnya.


Post a Comment

0 Comments