WA Layanan Rescue

Kadal berhidung tanduk, satwa asli Indonesia yang hampir 1,3 abad hilang


Halo Teman kita ketemu kembali ya, dan sekarang tidak terasa sudah hari Kamis. Oiya, Setelah kemarin kita belajar untuk mengenal Ular orange bellied ringneck, untuk ulasannya hari ini admin akan mengulas tentang salah satu Spesies Reptil asli Indonesia yang sangat jarang diketahui oleh banyak Orang khususnya Masyarakat Awam. dan alasan mengapa Admin ingin mengulas tentang spesies kadal ini, tujuannya adalah supaya Teman – teman dan Masyarakat secara meluas harus tahu tentang hewan ini. 

 

 

Yupss, seperti tujuan utama Admin dan Exalos Indonesia. Dengan mengenal dan mengetahui Satwa, disitulah akan menumbuhkan kesadaran dalam diri kita untuk mencintai Alam sehingga menimbulkan rasa ingin ikut menjaga bagian Kekayaan Bumi Pertiwi Kita tercinta ini, yaitu menjaga Kelestarian tentang Keanekaragaman Satwa. 

Hewan ini adalah Kadal hidung Tanduk. dan seperti biasa, tanpa perlu berlama lama lagi buat teman – teman yang sangat pernasaran dan ingin mengenalnya lebih dekat, langsung saja Simak Ulasannya di bawah ini.

Kadal berhidung Tanduk, atau nama ilmiahnya adalah Harpesaurus modiglianii vinciguerra  merupakan Reptil yang masih satu keluarga dengan Bunglon Surai dan Kadal Cekibar yaitu berasal dari keluarga Agamidae. Di indonesia sendiri terdapat ada 6 spesies yang berasal dari Genus Harpesaurus yaitu Harpesaurus modigliani vinciguerra, Harpesaurus beccari doria, Harpesaurus brooksi, Harpesaurus ensicauda, Harpesaurus tricinstus, dan Harpesaurus borneensis. 

 

DESKRIPSI FISIK

Kadal berhidung tanduk memiliki panjang tubuh secara keseluruhan kurang lebih sekitar 80 Cm. seperti Bunglon surai, hewan ini Memiliki ciri fisik yang bewarna Hijau pada tubuhnya dan bewarna hijau kekuningan pada punggung durinya. 

 


Selain itu, Kadal Berhidung tanduk juga dapat berubah warna menjadi Oranye kecokelatan apabila sedang merasa terganggu atau terancam. Kemudian terdapat corak berjumlah empat buah bewarna cokelat kemerahan yang terletak di bawah mata, area sekitar timpanium, dan bahunnya

.

 

Dan terakhir yang ciri khas yang paling menonjol daripada spesies Harpesaurus yang lain adalah terletak pada bagian hidungnya yang berbentuk tipis dan terlihat seperti memiliki sebuah tanduk yang runcing.

 
HABITAT DAN MAKANAN

Untuk habitat hewan ini berada di hutan pegunungan yang lembab pada ketinggian 1.675 Mdpl. Kadal ini termasuk hewan arboreal yang hidup disekitar pepohonan pada cabang keci dan diurnal yang aktif mencari makanan di siang hari. Sama seperti Spesies kadal Harpesaurus lainnya, kadal ini merupakan Insectivora ( Pemakan Serangga ).

 

FAKTA UNIK KADAL BERHIDUNG TANDUK

 

 

Untuk fakta uniknya dari kadal hidung bertanduk, selain memiliki ciri fisik yang unik yaitu terlihat seperti memiliki sebuah Cula di hidungnya, Kadal ini merupakan salah satu Spesies Kadal paling langka di dunia, hal ini dikarenakan, Kadal ini awalnya dianggap punah dan tidak pernah ditemukan lagi selama hampir 130 tahun. Kemudian, Kadal ini baru ditemukan kembali pada tahun 2018 oleh seorang conservation biologist bernama Chairunnas Adhan Putra. Dan bisa disimpulkan Kadal ini pertama kali sekaligus terakhir ditemukan dan terindentifikasi sekitar tahun 1891.


DISTRIBUSI PESEBARAN DAN KONSERVASI

Untuk distribusi pesebaran populasinya, kadal ini termasuk satwa endemik yang hanya dapat ditemukan di Sumatera utara tepatnya di Lingga Raja Danau Toba. Karena, belum ada Spesies yang sama kadal ini ditemukan di tempat lain. Untuk status Konservasi oleh IUCN kadal ini dimasukkan kedalam status Kategori “Endangered” yang berarti “Terancam” yang dapat kita artikan Kadal ini sedang menghadapi Ancaman resiko kepunahan di alam liar. Alasan utama kadal ini terancam punah adalah karena terjadi ancaman degradasi pada habitatnya yang disebabkan oleh adanya pembukaan kawasan untuk pembangunan berbagai proyek di sekitar kawasan Danau Toba.

 


 

Meskipun status konservasi oleh IUCN adalah terancam punah, tetapi kadal ini belum dimasukkan kedalam spesies daftar dilindungi oleh Pemerintah. Hal ini dikarenakan Para Peneliti sedang mengkaji dan menyurvei lebih lanjut tentang populasi dan keberadaan spesies kadal ini.


Nah itu dia teman – teman untuk ulasan hari tentang  “kadal berhidung Tanduk, Satwa Asli Indonesia Yang Telah Bersua Kembali Setelah Hampir 1,3 Abad Menghilang.” Pesan admin kepada teman – teman, khususnya untuk teman – teman yang berdomisili di sekitar Danau Toba. Meskipun belum dimasukkan kedalam daftar hewan dilindungi, Alangkah lebih baik apabila bertemu kadal ini jangan ditangkap apalagi diperdagangkan. 

Biarkan, kadal ini tetap lestari dan tidak kembali hilang lagi setelah sekian lama yang hampir 130 tahun kemarin tidak ditemukan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan buat teman – teman. Sampai jumpa kembali di Ulasan selanjutnya yang tentunya admin akan mengulas hewan lain yang lebih unik, menarik, dan tentunya out of the box.  


Sumber Foto : 

https://web.facebook.com/photo/?fbid=706595937839798&set=gm.2156797467861840&idorvanity=2059878680887053 

https://www.kompas.com/sains/image/2020/05/27/090300223/129-tahun-hilang-kadal-ini-ditemukan-di-danau-toba?page=3

https://www.sciencenews.org/article/nose-horned-dragon-lizard-lost-science-found 

https://en.wikipedia.org/wiki/Harpesaurus_modiglianii#/media/File:Harpesaurus_modiglianii_%E2%80%93_Baliani,_1933_(no_signatures).png 

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/06/05/hampir-1-5-abad-menghilang-kadal-aneh-ini-kadal-ini-muncul-lagi-di-danau-toba

Sumber Referensi :

https://www.iucnredlist.org/species/170400/123633322 

https://www.mongabay.co.id/2020/06/02/lebih-100-tahun-hilang-kadal-ini-muncul-lagi-di-danau-toba/

Putra, A, Chairunas dkk. (2020). REDISCOVERY OF MODIGLIANI'S NOSED-HORNED LIZARD, Harpesaurus modiglianii VINCIGUERRA 1933 (REPTILIA AGAMIDAE) AFTER 129 YEARS WITHOUT ANY OBSERVATION, 07 - 09. Diakses 5 Januari 2023, dari Universitas Indonesia. 

www.taprobanica.org   


 

 

Post a Comment

0 Comments