WA Layanan Rescue

Macan Tutul Jawa, Sang Raja Rimba terakhir di Bumi Jawadwipa

 


Tman – teman pasti pernah dengar sebuah penggalan kalimat yang berbunyi “Gemah Ripah, Loh Jinawi, Tata Tentrem Kerta Raharja”. Bila kita artikan dalam bahasa Indonesia memiliki arti Suatu Daerah yang Subur, makmur, aman, tertib, tenteram, dan sejahtera. Kalimat tersebut merupakan sebuah ungkapan dari bahasa jawa untuk menggambarkan bahwa Negeri kita Indonesia tercinta ini. Selain memiliki kekayaan alam, juga memiliki keanekaragan hayati flora dan fauna.

 


 

Namun, Sayang seribu kali Sayang, Ungkapan Kalimat tersebut hanya menjadi sebuah Ungkapan yang hanya berlaku pada zaman tersebut. Sedangkan saat ini Tanah Negeri Kita ini sedang sakit, karena mulai banyak Orang zaman sekarang telah bersikap apatis tentang kesadaran untuk menjaga Alam, terutama menjaga Eksistensi tentang Keanekaragaman Hayati. 

Bahkan, yang lebih sedihnya lagi Indonesia telah kehilangan dua Raja Rimba yang menjaga keseimbangan Alam yaitu Punahnya Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica ) dan Harimau Bali ( Panthera tigris balica).

Saat ini Kucing Besar yang tersisa hanyalah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas).

 

 

Yupps, di Postingan hari ini admin akan mengulas tentang "Macan Tutul Jawa, Sang Raja Rimba Terakhir Di Bumi Jawadwipa". dengan harapan agar kita semakin mengenal lebih dekat dengannya, tentunya dengan mengenalnya lebih dekat, akan menumbuhkan rasa cinta dan bangga untuk ikut menjaga kekayaan yang dimiliki oleh NKRI. Untuk selengkapnya, langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

Macan Tutul Jawa, atau dalam nama ilmiah seperti yang telah admin sebutkan diatas tadi yaitu Panthera pardus melas merupakan Kucing besar yang berasal dari famili Felidae. Di dunia terdapat 9 Subspesies dan salah satunya adalah Macan Tutul Jawa.


DESKRIPSI FISIK 

 


Untuk ukuran tubuh Macan Tutul Jawa secara keseluruhan dari kepala hingga ujung ekor kurang lebih sekitar 2,10 meter dengan bentuk tubuh yang lebih ramping daripada Singa dan harimau. Untuk berat tubuhnya sendiri rata – rata  kurang lebih sekitar 24 – 45 Kg dan biasanya Macan Tutul Jantan lebih besar daripada Betina.

 


Untuk warna bulu pada tubuhnya Macan Tutul jawa ada dua variasi ya teman – teman yang pertama adalah memiliki warna dasar kuning tua dengan pola bercak – bercak hitam yang bentuknya seperti bunga dan yang kedua adalah memiliki warna bulu dasar  hitam atau yang kita sebut dengan Macan Kumbang. 

 

HABITAT DAN MAKANAN MACAN TUTUL JAWA

 


 

Untuk habitat Macan Tutul Jawa berada di hutan primer dan sekunder yang masih alami. Macan tutul jawa awalnya dianggap merupakan hewan  nokturnal. namun, dari hasil  pengamatan terbaru menunjukkan bahwa Macan Tutul Jawa juga lebih banyak Aktif berburu dan 58% beraktifitas di siang hari atau diurnal. bisa Kita simpulkan bahwa, Macan Tutul memiliki pola waktu di sepanjang waktu. Hewan ini adalah karnivora ( pemakan daging ) dan mangsa utamanya adalah Celeng, Kijang, monyet, lutung, burung, dan mamalia kecil lainnya. 

 

FAKTA UNIK MACAN TUTUL JAWA

Fakta unik dari Macan Tutul Jawa yang harus teman – teman wajib ketahui pertama kali adalah Macan Tutul Jawa merupakan Predator yang sangat adaptif karena memiliki beberapa keahlian. Selain terampil dalam berburu mangsa dan memanjat Pohon, juga memiliki keahlian berenang yang baik. 

 

 

hal tersebut disebabkan karena pada corak dan warna tubuhnya memiliki fungsi untuk berkamuflase. Selanjutnya, ekornya yang panjang memiliki fungsi tersendiri yaitu untuk menjaga keseimbangannya saat sedang memanjat pohon. 

Fakta unik kedua adalah pada karakter dan kebiasaanya. Macan Tutul Jawa merupakan Hewan Soliter dan teritorial. Macan Tutul Jawa termasuk hewan yang banyak menghabiskan waktunya untuk menyendiri, dan hanya berkumpul saat sedang kawin saja. Selain itu, Macan tutul jawa merupakan hewan yang sangat teritorial. Dan biasanya akan menandai wilayah kekuasaanya dengan cara membuat goresan cakaran di pohon dan juga menggunakan urine serta kotorannya.

 


Untuk kebiasaan Unik dari Macan Tutul Jawa adalah pada saat Hewan ini mendapatkan Hasil Buruannya. mereka akan membawanya keatas pohon supaya tidak dicuri oleh hewan predator lain seperti Ajag (Anjing Hutan). 

 

REPRODUKSI DAN PERKEMBANGBIAKAN MACAN TUTUL JAWA

 


 

Untuk Lama masa kehamilan pada Macan Tutul Jawa Betina kurang sekitar 110 hari. Dan sekali melahirkan Macan Tutul Betina berjumlah 2 hingga 6 ekor. Lalu, Induk Macan Tutul Betina akan mengasuh dan menjaga anaknya selama 18 hingga 24 Bulan. Terkadang, Macan Tutul Jawa Jantan juga ikut mengasuh Anaknya dalam hal membantu untuk mencarikan makanan. Wah, bener bener Ayah yang sangat bertanggung jawab ya Teman – Teman. Terakhir usia harapan hidup macan tutul jawa dapat mencapai 10 hingga 12 tahun di Alam liar, sementara di penangkaran bisa usia tertua bisa mencapai 21 hingga 23 Tahun.

 

DISTRIBUSI PESEBARAN DAN STATUS KONSERVASI MACAN TUTUL JAWA

Untuk distribusi pesebaran populasi Macan Tutul Jawa termasuk Satwa endemik yang hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa, Pulau Nusakambangan, Pulau Sempu, dan Pulau Kangean. Untuk status Konservasi oleh IUCN populasi hewan ini di alam liar dimasukkan kedalam kategori “Endangered” atau dapat diartikan “Terancam”. Sementara, di Indonesia Hewan ini dimasukkan kedalam daftar Hewan dilindungi oleh Pemerintah berdasarkan P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018

 


 

Hal ini dikarenakan selain Perburuan liar dan Konflik dengan Manusia, juga kehilangan Habitatnya. Sangat menyedihkan ya Teman – teman, padahal dulu Macan Tutul Jawa hampir dapat ditemukan di setiap hutan yang ada di pulau jawa. Kini mereka sedang terdesak  karena kehilangan rumah di Tanahnya sendiri.

Nah, itu tadi teman – teman untuk ulasan hari tentang Macan Tutul Jawa, Sang Raja Rimba Terakhir di Bumi Jawadwipa. Semoga postingan ini dapat bermanfaat sekaligus menambah wawasan. Cukup Kita belajar dari Punahnya Harimau Jawa. semoga Macan Tutul Jawa jangan  sampai bernasib tragis menyusul untuk punah seperti  Harimau Jawa. Sekian dari ulasan hari ini, sampai ketemu lagi di ulasan selanjutnya.  

    

Sumber Foto :

https://id.wikipedia.org/wiki/Macan_tutul_jawa#/media/Berkas:Levhart_j%C3%A1vsk%C3%BD_v_Zoo_Praha_002.jpg

https://tigerlovers77.blogspot.com/2018/09/macan-tutul-jawa-panthera-pardus-melas.html 

https://www.javanleopards.org/about.html 

https://regional.kompas.com/read/2020/09/07/19505381/hitung-populasi-macan-tutul-jawa-bbksda-pasang-8-kamera-trap-di-pulau-sempu

https://www.dictio.id/t/apa-yang-anda-ketahui-tentang-macan-tutul-jawa/76444/2 

https://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2017/10/foto-CI-BBKSDA-Jabar-Rawayan.jpg

https://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2017/10/Foto-CI-Perhutani-YOJ.jpg

https://www.biolib.cz/en/image/id213365/ 

https://dody94.wordpress.com/2020/07/22/macan-tutul-jawa-panthera-pardus-melas/

 

Sumber Referensi :

https://www.iucnredlist.org/species/15962/50660931 

https://merubetiri.id/website/detailkonten/24

https://indonesiabaik.id/motion_grafis/mengenal-si-kucing-besar-dari-pulau-jawa 

Gunawan, Hendra dkk. (2009). HABITAT MACAN TUTUL JAWA (Panthera pardus melas Cuvier 1809) DI LANSKAP HUTAN PRODUKSI YANG TERFRAGMENTASI (Habitat of Javan Leopard (Panthera pardus melas Cuvier 1809) In the Fragmented Production Forest Landscape)*), 96 - 102, Diakses 6 Januari 2023, dari Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam.

Prihantini, Wahyu & Rustiadi, Ayi. (2015). Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas, Cuvier 1809) dan mangsa potensialnya di Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, 240, Diakses 6 Januari 2023, dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.



Post a Comment

0 Comments